Apa kabar ayah?
Apa ayah sedang bersama Allah?
Ceritakan ayah apa yang DIA katakan tentang aku?.
Apa DIA bilang kepada ayah bahwa aku gadis yang kuat?
Aku rindu ayah,
Aku rindu cara ayah memperjuangkan mauku.
Aku rindu ayah,
Aku rindu cara ayah membanggakanku.
Aku rindu ayah,
Aku rindu tawa ayah bahagia karena ku.
Pernahkah ayah tau bahwa aku sangat mencintaimu?
Sangat ayah.
Sangat.
Semakin senyap kudengar orang-orang menyebut namamu,
Mungkin mereka mulai lupa.
Tapi aku ga akan pernah lupa ayah.
Ayah akan membekas dalam setiap desah nafasku.
Jangan khawatir ayah, aku baik-baik saja tanpa ayah.
Jangan khawatir terhadap bunda.
Aku akan jaga bunda dengan sekuat tenaga.
Tolong ayah,
Tolong kirimkan seseorang yang dapat mewakili ayah dalam sisa hari-hariku.
Aku ga minta banyak, aku hanya ingin ayah tetap menjagaku dari sana.
Titip salam untuk bidadari yang menjaga ayah sekarang disana.
I love you.
I miss you so much, ayah :)
Minggu, 10 Februari 2013
Minggu, 09 Desember 2012
TSM (Temenan Sama Mantan)
Kita jadian baik-baik, maka kalo kita putus
pun harus baik-baik.
Biasanya itu sih yang dikatakan muda-mudi yang
sedang mengakhiri hubungan asmara mereka, entah karena diselingkuhin, entah
karena beda agama, entah karena ga direstuin keluarga, entah itu karena apa.
Coba pikir, putus baik-baik apa bisa bikin hubungan kedepannya jadi baik?
Yakin?. Orang yang sudah putus biasanya jadi kaku, canggung, aneh, atau ada
perasaan yang ga biasa sama mantannya. Wajar. Perasaan-perasaan tadi yang jadi
hambatan buat temenan sama mantan.
Menurut gw, orang yang temenan sama mantan itu
cuma ada dua kemungkinan,
1. Masih sayang
2. Ga pernah sayang
Kalo masih sayang jelas, mereka temenan karena
masih ada perasaan yang membuat mereka saling membutuhkan. Kalo ga pernah
sayang, yaa mungkin dulu jadiannya cuma bentar atau cuma iseng cari pelarian.
Kenapa gw ga mencantumkan kemungkinan ‘udah ga sayang’? karena kemungkinan itu
emang ga ada. Yang namanya sayang itu ga akan pernah hilang. maksud gw sayang yang
sesungguhnya yaa bukan ‘sayang-sanyang’ atau ‘suka-sukaan’. Misalnya nih kita
sayang sama kakek kita, ketika kakek kita meninggal apa rasa sayangnya hilang?
enggak!. Sebandel apapun adek kita, sayang kita sama dia ga pernah hilang.
Untuk kasus sama mantan, rasa sayangnya juga ga akan pernah hilang, hanya saja
timbul rasa sayang yang lain yang lebih baru, makanya banyak orang yang
menyarankan cari pacar baru setelah putus, itu buat menggantikan sayang yang
lama. Hahahaa. Karena itu banyak orang yang seperti musuhan sama mantannya,
alasannya karena mereka takut tidak bisa menangani rasa sayang yang muncul lagi
ketika bertemu dengan mantan. Kalo mereka masih sayang dan temenan resikonya
yaaa balikan!.
“ada kok temen gw yang dulu sayang bgt sama
mantannya dan sekarang dia temenan biasa sama mantannya”. Iyaa memang ada. Tapi
taukah kalian kenapa mereka bisa temenan? Itu karena mereka punya halangan buat
balikan bukan karena udah ga sayang. Misalnya salah satu dari mereka melakukan
kesalahan yang fatal dan ga bisa diterima lagi oleh pasangan satunya, mereka
lebih memilih membendung perasaan delam pertemanan dari pada balikan kemudian
ingat akan pahitnya masa lalu atau karena masing-masing mereka sudah punya
pacar baru. Hati-hati sama perumpamaan yang kedua, kalo tiba-tiba sang mantan
putus sama pacarnya dan status masing-masing udah sama-sama single, berarti
halangannya udah ilang, jadi harus JAGA JARAK! Atau kalian harus terjebak
kedalam perasaan lama. Ingat, orang yang baru putus itu perasaannya rapuh.
Hehehee
Minggu, 02 Desember 2012
Tapi Bukan Aku
Jangan lagi kau sesali keputusanku
Ku tak ingin kau semakin kan terluka
Tak ingin ku paksakan cinta ini
Meski tiada sanggup untuk kau terima
Aku memang manusia paling berdosa
Khianati rasa demi keinginan semu
Lebih baik jangan mencintai aku dan semua
hatiku
Karena tak kan pernah kan kau temui
Cinta sejati...
Ku putar lagu kerispatih ini berulang kali,
lyricnya yang begitu ringkih mampu menghancurkan hatiku. Seseorang pernah
menyanyikannya untukku. Aku terlalu berharap banyak akan cintanya, ia yang
mengenalkan aku akan cinta yang tulus tanpa alasan. Aku terlalu dimabukan akan
cinta baru hingga aku tak perduli apakah dia juga mencintaiku atau tidak. Namaku
Mawar mahasiswi semester 1 di salah satu perguruan tinggi ternama di Pulau
Jawa. Ini pertama kalinya aku pisah dengan orangtua dan saudaraku. Rasanya
begitu sepi hari-hari yang kujalani sendiri, hingga akhirnya ia datang dalam
kehidupanku. Aku terkesima dan mendadak langsung merasa nyaman bersamanya
ketika pertama kali ia mengantarku ke terminal bis saat aku akan berangkat ke
rumah tanteku di Bandung . aku ingat waktu itu ia berdiri di halte menungguku
tak perduli hujan hingga bis yang aku tumpangi meninggalkan terminal. Sikapnya
itu mengingatkanku pada sikap ayah di bandara saat melepasku pergi merantau.
Aku suka dia ya Allah, aku nyaman bersamanya tapi apakah dia juga merasakan apa
yang aku rasakan?.
Namanya juga kasmaran pasti muncul rasa
penasaran yang kuat untuk mengetahui lebih dalam tentang orang yang kita sukai,
begitu pula aku. Jaman sekarang yang namanya facebook menyimpan banyak
informasi pribadi seseorang yang bisa dilacak semua orang, bahasa kecilnya “ga
ada privacy di facebook”. Oh ya Tuhan, ternyata ia punya pacar dikampung
halamannya. Patah hati. Aku menceritakan penemuanku pada teman dekatku yang
juga teman lelaki itu. temanku bertanya padanya tentang status hubungannya
dengan pacar dikampung halamannya. Lelaki itu menjawab bahwa mereka telah
putus, status di facebook hanya belum di update saja. Sedikit keraguan tapi
yasudahlah yang penting aku mencintainya kini dan aku berharap menjadi
kekasihnya.
Terimakasih Tuhan, Kau menjawab doaku. Aku dan
dia jadian!. Senang sekali rasanya. Kalian tau tipsy?, ya aku merasa tipsy!
Bahkan lebih. Aku terlalu dibutakan oleh cinta hingga Tuhan kembali mengambil
alih untuk membukakan mataku lagi. Entah kenapa setelah sebulan kita pacaran
tiba-tiba ia menanyakan keseriusanku terhadap hubungan kami. Oh Tuhan kenapa ia
ragu?, mungkin karena belakangan ada seorang gadis centil yang suka merayunya.
Ia terbuai. Karena keraguaannya pula keraguaanku terpancing. Kembali ku fuduli
facebooknya, kenyataan pahit kutemui. 2 hari sebelum kami berpacaran, ia masih
bermesraan dengan pacarnya dikampung. Mereka belum putus. Cetar! Hatiku seperti
tersengat petir.
Iseng, aku kirim message ke profile pacarnya.
Kutanyakan tentang status mereka dan kuungkapkan siapa aku sebenarnya. Dengan
sangat sadar aku melakukan hal ini walau aku tau konsekuensinya adalah aku
harus kehilangan pacar yang aku sayangi. Lebih baik aku kehilangan dia dari
pada terus dipermainkan. Ia menjauhiku, bahkan tidak memberiku waktu untuk
hanya sekedar mengatakan bahwa aku sangat menyayanginya tanpa syarat. Keputusan
sulit kuambil, kuakhiri hubunganku dengan dia. Mungkin aku tak kan pernah
melupakannya. Mungkin nanti dia akan bahagia bersama orang lain, dan aku akan
menemukan bahagiaku.
Tips Merawat Kulit Agar Tetap Sehat
Banyak yang mengira kalau gue melakukan
perawatan kulit ke dokter atau skin care mahal
agar memiliki kulit yang sehat. Mereka menduga terlalu berlebihan.. hahahaa.
Jujur gue memang melalukan perawatan kulit rutin, tapi tidak mahal dan sangat
sederhana, kalian juga bisa melakukan perawatan kulit agar kulit kalian tetap
sehat.
1. Rajin Cuci Muka
Ritual ini sangat jarang
sekali mendekati tidak pernah absen gue lakukan. Sebisa mungkin cucilah muka
dua kali sehari yaitu di pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum
tidur. Pilih sabun khusus wajah yang cocok dengan jenis wajah, jaman sekarang
sabun wajah banyak dijual dimana-mana dari yang murah hingga yang mahal. Kalau
bisa jangan memilih facial foam, tapi
pilih facial wash gel yang busanya
lebih sedikit. Menurut pengalaman pribadi gue busa yang dihasilkan facial foam membuat kulit keset dan
kering.
2. Sunblock/Tabir Surya
Ketimbang menggunakan
pelembab gue lebih suka menggunakan tabir surya. Jujur gue ga punya pelembap
atau foundation. Tabir surya
berfungsi melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan radikal bebas.
Untuk sehari-hari misalnya ngampus gue menggunakan tabir surya, gue tidak
menggunakan foundation agar kulit
bisa bernafas. Karena foundation
bersifat menutupi pori-pori wajah sehingga setelah pemakaian lebih dari 4 jam
kulit akan terlihat kusam.
3. Bedak Tabur
Gue sempat heran kenapa kulit
gue jadi tampak kusam ketika berkeringat atau kepanasan, akhirnya gue menemukan
jawabannya. Itu karena gue keseringan menggunakan compact powder, bedak padat ini juga menutupi pori-pori wajah
sehingga kulit sulit bernafas. Dengan sigap gue langsung ganti dengan bedak
tabur. Untuk dandanan sehari-hari gue menggunakan bedak tabur yang lebih
ringan, bedak padat hanya digunakan pada acara tertentu saja.
4. Krim Malam
Kalian pasti juga menggunakan
krim malam kan?. Ya, krim malam memang penting untuk memberi nutrisi kulit saat
malam hari. Krim malam juga mengembalikan revalitas dan kelembapan kulit akibat
kerja keras melindungi diri dari dampak terkena polusi dan sinar matahari di
siang harinya. Ibaratnya manusia nih, setelah siangnya sibuk bekerja, malamnya
ia makan makanan bergizi agar fit di pagi hari esoknya.
5. Masker
Gunakan masker seminggu sekali
atau dua minggu sekali untuk merefresh kulit. Masker membantu regenerasi kulit
baru dan memberi nutrisi tambahan untuk kulit. Masker favorit gue adalah
strawberry, bengkoang dan madu. Strawberry dan bengkoang untuk antioxidant dan
mencerahkan kulit, sementara madu melembapkan kulit.
Lakukan kelima pertawatan diatas secara rutin
untuk hasil yang optimal. Jangan pernah mengharapkan kulit lo seputih bintang
iklan shinxui kalau warna dasar kulit lo
coklat. Ingat yang terpenting itu kulit sehat, karena kulit putih kalah sama
kulit sehat. Sekian :)
Senin, 05 November 2012
Kata Orang
Kata orang. Kata si Anu. Kata temen gw. Kata sahabat gw. Kata
pacar gw. kata si itu. kata si ini.
Terkadang kita terlalu banyak mendengar kata orang, padahal
hakikinya kita ga akan pernah menemukan solusi dari kata orang tadi. Oke kalau
orang tadi merekomendasikan sebuah solusi, tapi yang nanti bakal menerima
efeknya, yang bakal ngerasain akibatnya ya kita yang menjalankan ini.
Contoh : si Mawar
harus mengikuti pelatihan assesor yang berpengaruh terhadap jenjang karirnya,
dilain sisi Mawar juga harus mengikuti acara pernikahan abang sepupunya. Ditengah
kegalauannya pasti muncul yang namanya ‘kata orang’. Perkataan dari orang lain
bisa macem-macem, misalnya ada yang bilang “kalau niat peduli sama sepupunya sih
pasti dateng ke acara nikahan dong, pelatihan kan bisa ditolak”. Yang ngomong
gini gatau posisi si Mawar dimana, dia cuma menempatkan posisi Mawar di
posisinya yang kalau dia jadi mawar maka dia akan lebih memilih menghadiri
acara pernikahan dari pada pelatihan, karena menurut dia pernikahan Cuma sekali
seumur hidup dan pelatihan itu tidak penting buat karirnya toh anaknya hanya
satu dan masih sekolah dasar pula. Si pelaku tidak pernah tau posisi si Mawar
yang mungkin bagi Mawar pelatihan itu sangat penting agar karirnya bisa
meningkat. Hal ini dilandasi kebutuhan memenuhi biaya akademik ketiga anaknya
yang kesemuanya menduduki bangku perkuliahan. Biaya kuliah kan gede, anaknya
tiga pula, yang lebih parah mungkin aja Mawar seorang single parent ditinggal
mati suaminya. Pelaku ga pernah tau, kita ga pernah ngerti, hanya Mawar dan
Allah yang tau.
kasus lain : seorang ayah dan anak laki-lakinya berjalan
dari kampung Baso ke kampung Kapau dengan seekor keledai. Si anak duduk di atas
keledai sementara ayahnya berjalan kaki sambil menuntun keledai. Ditengah jalan
terdengar ‘kata orang’, “lihat anak durhaka itu, dia enak-enakan diatas keledai
sementara ayahnya berjalan kaki”. Akibat terlalu mendengarkan kata orang si
ayah menyuruh anaknya turun dan sang ayah naik ke atas keledai, tak beberapa lama
kemudian terdengar lagi ‘kata orang’, “dasar ayah tidak tau diri, tega sekali
dia membiarkan anaknya berjalan kaki sementara ia diatas keledai”. Sang ayah
masih mendengarkan pandangan sekilas dari orang-orang yang baru saja melihat
mereka, maka sang ayah menyuruh anaknya naik ke atas keledai bersama-sama. Tapi
tetap saja terdengar kata orang “bagaimana bisa seekor keledai kecil menopang 2
orang sekaligus, mereka orang yang kejam”. Lalu sang ayah mengajak anaknya
berjalan kaki bersama-sama sementara keledai mereka tuntun, yang namanya ‘kata
orang’ ga habis sampai disitu. Tetap saja terdengar kata orang “dasar
orang-orang bodoh, mereka membawa keledai tetapi tidak mereka manfaatkan”. Arrrrgghhhhh!
Apa sih maunya ‘kata orang’?? kita ga akan pernah menemukan solusi jika terlalu
mendengarkan kata orang. Yang tau masalah kita ya kita sendiri, yang ngerasain
ya kita sendiri, yang nanggung konsekuensinya juga kita sendiri. Bisa aja kan
ketika melihat sang anak menaiki keledai, mungkin karena kaki anaknya sedang
sakit sehingga tidak sanggup berjalan, bisa jadi ayahnya memang sedang dalam
program olahraga. Who knows?
Buat lo yang sedang dalam masalah, boleh sih minta pendapat
orang lain tapi cuma sebagai brain stroming buat bahan pertimbangan, ga lebih. Jangan
terlalu larut dengan kata orang. Namanya orang itu banyak, sudut pandangnya
banyak, presepsinya beda-beda, kalimatnya juga beda-beda, bikin pusing. Mending
nentuin prioritas sendiri, karena yang tau diri kita itu ya kita sendiri.
Buat si orang-orang yang suka berkata tadi, coba deh tolong
kurangi ya. Senjata yang paling tajam itu lidah. Bisa aja suatu hari lidah lo
sendiri yang bakal membunuh lo. Benahi diri sendiri dulu, gausah terlalu
menilai orang lain. Percayalah mereka melakukan itu karena mereka punya alasan,
dan mungkin aja lo gatau alasannya apa. Pahamilah
bahwa “kita tidak bisa menempatkan orang
lain dalam posisi kita”. Sekian :)
Sabtu, 03 November 2012
Memantaskan diri untuk pantas menerima
Gw pengen punya banyak duit.
Gw pengen punya pacar ganteng.
Gw pengen punya suami yang dapat menuntun gw kejalan Allah.
Gw pengen dihormati.
Gw pengen dihargai.
Gw pengen disayang semua orang.
Semua keinginan lo bakal Allah kasih kalo lo memang udah
pantes mendapatkannya. Kadang Allah gamau memberi sesuatu yang bukan rezeki lo,
ingat rezeki ga bakal ketuker. Kalo memang keinginan lo itu adalah rezeki lo
dan lo udah pantes buat ngedapetinnya, Allah ga bakal menunggu lagi, Allah
pasti langsung kasih apa yang lo pengen saat itu juga.
Inget kata kuncinya, Cuma kalo lu udah pantes!.
Karena itu perlu usaha memantaskan diri. Pengen dihormati? Hormaati
dulu orang lain sebagaimana lo pengen dihormati maka lo bakalan jadi orang yang
pantes dihormati. Pengen disayangi? lo harus menunjukan rasa sayang lo terlebih
dahulu barulah kemudian timbul kasih sayang timbal balik. Pengen punya banyak
duit? Pengen kaya? Lo harus jadi orang yang pekerja keras, karena gelar ‘orang
kaya’ cuma pantes untuk orang-orang yang bekerja keras. Mana ada judulnya ‘si
pemalas yang kaya’ dalam dunia nyata, itu cuma ada di dongeng cerita anak-anak
yang menyesatkan. Hahahahaa
Paling sulit adalah pengen punya suami yang dapat menuntun
kita kejalan Allah. Gimana caranya memantaskan diri untuk suami seperti itu?. sejujurnya
gw juga belum merasa pantas sih untuk tipe suami seperti itu. tapi pemikiran
simple-nya : kalo lo mau dapet suami yang sholeh, maka lo harus jadi wanita
yang sholeha dulu. Banyak cara untuk memantaskan diri, mulai dari tutup aurat
dulu, laki-laki akan lebih segan, lebih menghormati, lebih menghargai wanita
berkerudung. Intinya wanita berkerudung itu mempunyai derajat lebih tinggi
dimata pria muslim. Tapi wanita kerudung seperti apa? Wanita yang berkerudung Lillahi
Ta’ala, bukan kerudung pacot alias kerudung pasang-copot. Hahahaa. Kemudian menjaga
sholat wajib, kalo udah kerudungan masa iya kita sholatnya masih bolong-bolong,
malu dong sama kerudung. Hehe. Bagi yang udah level atas nih biasanya jaga
kesopanan berpakaian (untuk kriteria dan batasan pakaian yang sopan setiap
orang mempunyai indikator masing-masing sesuai dengan kepercayaan yang dianut).
Dan cara-cara selanjutnya yang semakin mendekatkan diri pada Allah, sehingga
kita pantes dapet suami yang sholeh yang menuntun kita kejalan Allah. Semakin
kita mencoba memantaskan diri maka tanpa disadari ternyata kita telah di tuntun
untuk semakin dekat dengan Allah. Subhanallah :)
Barang yang terlalu disayang biasanya hilang
Sering kehilangan barang padahal udah sayang bgt sama
barangnya?. Sering kedapetan baju kesayangannya luntur padahal baru sekali atau
dua kali pake?. Pernah anak anjing kesayangannya mati kelindes mobil atau kabur
entah kemana?. Wajar. Lumrah. Semua orang pernah ngalamin.
Barang yang terlalu disayang biasanya hilang. ga ada
pembuktian ilmiah untuk teori satu ini sih, tapi yakinlah ini berdasarkan
pengalaman semua orang.
Sebenernya ada hikmah dari pengalaman semua orang ini, cuma
terkadang korbannya lengah dan mengulang kesalahan yang sama, semakin sering
sayang sama sesuatu semakin sering pula rasa kehilangan timbul. Thats the
point! Merasa kehilangan!. Kalo kita ga sayang-sayang banget sama sesuatu itu
maka kita ga perlu khawatir sesuatu itu kenapa-napa, kita ga perlu
terus-terusan memperhatikan sesuatu itu, dan yang paling penting kita ga perlu
sakit hati saat sesuatu itu akhirnya harus hilang atau rusak. Kita harus
belajar mencintai dengan secukupnya, menyayangi dengan wajar. Sehingga ketika
kita kehilangan sesuatu itu, kita sakit dengan sewajarnya. Sedia payung sebelum
hujan, kuatkan hati sebelum sakit, karena di dunia ini ga ada yang abadi jadi
kita harus siap-siap kalau suatu saat kita merasa kehilangan.
Contoh kasus paling lazim adalah ketika pacaran: Seorang wanita
bunuh diri karena diputusin pacarnya. Sepasang insan bunuh diri dengan meminum racun
bersama karena hubungannya tidak direstui orang tua.
Oh my God! Sepertinya
mereka ga pernah belajar mencintai dengan sederhana. Coba kalo mereka ga
terlalu sayang sama pacarnya, pasti mereka ga perlu merasa sesakit itu ketika
kehilangan pacarnya. Mencintai dengan sederhana adalah mencintai secara cukup,
ga kurang, ga pula berlebihan, kadarnya pas. Kenapa? Karena pacar itu ga abadi,
jiwa manusia itu ga abadi, buatan manusia itu ga ada yang abadi, hewan ga
abadi, yang abadi itu Cuma satu yaitu Tuhan YME. Cinta yang sempurna Cuma pantas
untuk Allah, sisanya cukup mencintai dengan sederhana. Lovelove :)
Rabu, 31 Oktober 2012
Dilahirkan Bukan Untuk Menyerah
“duh bahan ujiannya banyak banget, gimana cara ngapalinnya?
Pasrah aja deh”.
“kayaknya gw ga bakal bisa deh lay up, apa lagi three point,
mending gw jadi pemain cadangan aja”
Itu yang kalian sebut pasrah? Menurut gw itu namanya NYERAH.
Nyerah itu sama sekali ga memperbaiki keadaan, justru hanya
memperburuk keadaan saat kita dihadapi lagi dengan situasi yang sama. Kita ga
akan pernah belajar.
Dipikir- pikir ulang apa jadinya kehidupan kita kalau
dikit-dikit nyerah apa apa nyerah susah dikit nyerah. Hidup kita bakalan stuck
disitu-situ aja, ga ada proses, ga jalan ,ga berkembang , ga maju-maju. Orang
lain udah pada sukses ke bulan, sementara lo masih stuck di tempat. Padahal
kalau dijalani pasti ada ujungnya, pasti selesai juga, dan lo bakalan kaget
sama kedahsyatan hasil usaha pantang menyerah lo.
Yang perlu kita perhatikan adalah arti dari kalimat
“kehidupan itu proses”, maksudnya adalah segala sesuatu yang ingin kita capai
ada prosesnya, butuh usaha. Mau kenyang
aja ada proses pencarian makanan dulu, proses mengunyah bahkan proses mencerna
baru deh tercapai cita-cita kenyang tadi. Begitu juga kalo lo bercita-cita
ingin menang lomba, ingin juara kelas, ingin populer, ingin punya pacar, ingin
punya uang banyak, dan ratusan juta macam keinginan lainnya semua butuh proses
dan usaha. Misalnya pas lahir kalian ga menjalani proses pertumbuhan mana
mungkin kalian bisa segede sekarang hahahaa. Coba kalo pas belajar jalan kalian
nyerah karena susahnya menompang berat badan, apa sekarang kalian bisa
berangkat kekampus sendiri?. Emang udah kodrat kita dilahirkan bukan untuk
menyerah.
Saran gw sih jalanin prosesnya, tingkatin usahanya, dan
nikmatin hasilnya. Selama prosesnya belum selesai ya jangan berhenti. Kalau
udah dijalani pasti beres juga, dan ketika kalian dihadapi dengan masalah yang
sama kalian udah khatam alias mahir mengatasinya. Goodluck :)
Langganan:
Postingan (Atom)