By: @dhilaananda
Teruslah seperti itu
Teruslah mencari pelarian
Kelak kau lelah berlari, yang kau butuhkan hanya kembali
Saat kebahagian mulai sulit ditemukan, maka kembalilah
Hey petualang,
Bukan aku yang pergi melainkan kau
Aku masih disini
Mengamati sesosok punggung
Berharap punggung itu menoleh kebelakang
Bukan aku yang tak bisa beranjak
Aku hanya tak ingin kau lupa
Jika kau pernah tinggal disini
Disampingku
Jika suatu hari kau menemukanku
telah pergi
Pastikanlah karena
aku telah lelah menunggu
Maafkan aku saat itu tiba
Semoga kau menemukan tempat
yang lebih baik
Tempat kau meletakan hatimu
Selamanya
Rabu, 26 Februari 2014
Jumat, 14 Februari 2014
Senin, 10 Februari 2014
manusia sotau yang berbicara tentang jodoh
Tidak ingin melewatkan inspirasi yang tiba-tiba muncul di otak gue dan keinginan untuk mengabadikan perkataan super seorang soheb, gue berinisiatif untuk segera nulis di smartphone. Seadanya tapi lumayan.
Beberapa malam yang lalu soheb gue bercerita tentang 'move on'. Menurut gue topik move on ini menarik, karena move on merupakan sifat dasar manusia dari jaman megalitikus yang hidup nomaden, bahkan nabi Muhammad saw juga hijrah dari Mekah ke Maddinah. Sebagai manusia, maka gue pun tertarik mendengarkan perkataan super soheb gue dengan seksama dan mencoba mencerna dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
"Allah sengaja ngasih lo ketemu sama dia dan Allah sengaja ngasih lo rasa sayang ke dia, kemudian Allah sengaja bikin lo putus, bukan berarti Allah cuma iseng mainin hati lo. Allah pasti punya rencana lain, pasti Allah berencana ngasih yang lebih baik buat lo. Allah udah janji bahwa orang baik bakal dapet jodoh yang baik pula. Manusia bisa ingkar janji, tapi Allah gamungkin ingkari janjiNya. Sekarang lo ga perlu ngerti kenapa Allah ngasih lo jalan hidup kayak gini, tapi suatu hari nanti lo akan nemu jawaban kenapa lo pernah ketemu dia, kenapa lo pacaran dengan dia dan kenapa lo putus sama dia. Bisa jadi jodoh lo ternyata temennya mantan lo sendiri, kalau lo ga dikenalin dengan mantan lo, gamungkin lo ketemu jodoh lo. Jodoh itu datengnya dengan cara yang berbeda dan itu nyata".
Gue resapi selaksa paragraph yang diucapkan soheb gue di atas. Bersama dengan kesotauan gue yang maksimal, gue menarik kesimpulan bahwa move on itu artinya berpindah. Kenapa manusia purba hidup berpindah-pindah? Kata guru SMP gue untuk memperoleh habitat yang lebih baik, karena di lingkungannya yang lama sudah tidak baik lagi, mungkin dari segi sumber daya alam yang kurang atau ancaman binatang buas. Intinya mereka berpindah karena kondisi yang lama sudah ga baik lagi. Mereka berpindah untuk mencari yang lebih baik.
Lo pacaran dengan dia bisa jadi awalnya baik, kemudian seiring waktu kalian berdua merasa ga nyaman, karena itu lo harus berpindah. Bukan salah lo, bukan juga salah dia. Tapi kondisi yang memaksa kalian untuk terus berpindah sampe akhirnya kalian nemu yang terbaik yang membuat kalian ga perlu berpindah lagi. Menurut gue, alasan kenapa Allah ngasih lo pacaran sama dia kemudian putus itu ada 2:
1. Dia bukan jodoh lo, Allah udah punya rencana lain di luar sana. Persis seperti paragraph yang diucapkan soheb gue.
2. Memang jalannya. Allah pengen lo belajar, Allah pengen lo melewati fase perpisahan dulu untuk jadi lebih baik. Mungkin biar lo belajar menghargai orang lain, belajar mandiri atau belajar ikhlas. Kalau pun lo balik sama dia, itu pasti setelah lo berhasil belajar dari jalan hidup yang dikasih Tuhan.
Yang namanya berpindah itu artinya harus ada yang berubah. Lo ga bisa merubah keadaan, tapi lo bisa merubah diri sendiri. Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk berubah, ada yang lebih sering ikut kejuaraan basket, lebih mendekatkan diri pada sang Maha Pencipta, lebih fokus skripsi, dan sebagainya yang pasti arah perubahan itu adalah positif. Kata anak kekinian mah "memantaskan diri".
Kalau lu udh jadi lebih baik, kemungkinannya juga 2: Allah memberikan lo yang lebih baik pula atau Allah mengembalikan dia yang juga berubah lebih baik. Seandainya Allah ga mengembalikan dia ke lo bukan berarti dia ga baik. Dia cuma ga pantes buat lo. Bukan berarti dia jahat. Dia gamau balikan sama lo bukan berarti dia ga pernah sayang sama lo. Mungkin dia mau lo lanjutin hidup lo tanpa dia. Dia pasti punya alesan cuma lo belum paham aja, jadi pasti menurut dia ini yang terbaik untuk kalian walaupun memang sakit buat lo. Insyaallah lama-lama lo akan terbiasa.
Kalau lu udah punya kehidupan yang baru setelah berpindah, bukan berarti lo putus silahturahmi dengan mantan lo. Menjalin hubungan baik dengan mantan bukan berarti berhubungan seperti dulu. Ga akan ada 'selamat pagi', ga akan ada 'udah makan?' dan ga akan ada jalan bareng berdua lagi. Menjalin hubungan baik itu maksudnya menjaga nama baik mantan, ga saling menjelekan satu sama lain. Seiring waktu insyaallah silahturahmi yang sempat terputus bisa terjalin lagi dengan cerita yang berbeda. Yang bisa lo lakuin cuma jalani dan memantaskan diri.
Saran super gue adalah berdoa. Doain dia, masukan namanya dalam setiap hembus doa yang keluar dari bibir lo selesai sholat. Bukan berdoa supaya Allah membuka pintu hatinya untuk balik sama lo, tapi berdoa demi kebaikan dia, semoga dia selalu dilindungi Allah, selalu sehat, dilancarkan urusannya dan semoga dia bahagia. Sebut namanya di setiap doa, maka Allah akan mendekatkan dia kembali jika dia memang jodoh lo, tapi jika dia bukan jodoh lo, percayalah lama-kelamaan namanya akan hilang dengan sendirinya dari dalam doa lo. Masih dalam tingkat sotau yang maksimal, gue menyarankan lo perluas pergaulan biar banyak ketemu orang baru, ga di lingkaran itu-itu aja, jadi kesannya hidup lo ga mentok di orang-orang itu aja salah satunya mantan.
Melalui tulisan ini gue merasa so wise, mungkin perasaan gue saja atau mungkin karena gue sudah berpindah. Goodluck! :)
Selasa, 07 Januari 2014
Keras Kepala
Orang yang suka mendengarkan diberi nama penurut, sedangkan
yang lebih suka didengar diberi nama keras kepala. Ada awalan me- dan di- dalam
kata dengar, dimana awalan di- bersifat pasif dan awalan me- bersifat aktif. Pada
tingkat sok tau yang maksimal, gue berpendapat bahwa si penurut bersifat
aktif mendengar, sedangkan si keras
kepala bersifat pasif dan tidak gencar memperhatikan perkataan orang lain,
cenderung cuek dan hanya percaya dengan pendapatnya sendiri. Penghargaan diri
si keras kepala terlalu tinggi sehingga sulit menghargai orang lain. Si keras
kepala maunya di dengar tanpa mendengarkan, yang paling bener ya Cuma perkataannya
aja. LUAR BIASA. Hahahaha. Kalau gue liat di Kamus Besar Bahasa Indonesia arti
keras kepala adalah tidak mau menurut nasihat orang; tegar tengkuk; kepala
batu. Sementara menurut wikipedia, keras kepala artinya tidak mau nasihat dari
orang lain. See? serupalah maksudnya itu. Hahaha.
Pdt. Dr. Paul Gunadi menyatakan bahwa si penurut mempunyai
perasaan yang peka sehingga sedikit ketegangan sudah membuatnya tidak nyaman.
Untuk meredakan ketidaknyamanan itu, ia memberi respons menurut. Sebaliknya, si
keras kepala tidak memiliki kepekaan seperti itu. Ketegangan yang besar sekalipun
tidak terlalu mengganggunya, itu sebabnya ia tidak terlalu terdorong untuk
meredakan ketidaknyamanannya. Gue tarik kesimpulan kata kunci si keras kepala
itu adalah ketidakpekaan. Sialannya itu benar, jauh di lubuk hati gue paling
dalam mengiyakan pernyataan si bapak doktor. Jika di sederhanakan kehidupan si
keras kepala itu dapat digambarkan seperti ini;
Ani : aku mau kita putus!
Budi : aku gamau kita putus disaat seperti ini, pikiran kita
sama-sama ga jernih karena sama-sama emosi. Aku takut keputusan yang kita ambil
bukan keputusan yang tepat.
Ani : pokoknya aku mau kita putus!
See?, padahal si Budi bener, tapi si Ani tetep keras kepala
minta putus. Menurut dia putus keputusan yang tepat, karena dia ga peka melihat
situasi, dia gatau kalo situasinya lagi kacau dan bisa berdampak buruk jika mengambil
keputusan kilat. Si Ani bertindak gegabah mengambil keputusan yang dapat
membahayakan dirinya sendiri tanpa mendengarkan kata orang lain.
Ani : aku sakit hati karena kamu mencampakan aku! aku benci
kamu!
Budi : loh? Kan kamu yang minta putus.
Ani : .............
HAHAHAHAA. Yayayaya gue tau lo mau bilang kalo keras kepala
sama bodoh itu mirip. Gue setuju. Orang keras kepala itu memang bodoh. Ani
hanya memikirkan perasaannya sehingga penghargaannya terhadap perasaan si Budi
kurang nyaris ga ada. kalau udah putus gini, masih mau keras kepala? Kalau jawabannya
iya berarti lo LUAR BIASA KERAS KEPALA. Gue kasih contoh kasus yang lebih
ekstrim misalnya Santi yang berkali-kali dinasehati orang tuanya agar
berpacaran yang wajar tapi merasa sudah dewasa sehingga tau mana yang baik dan
mana yang buruk. Merasa sok tau kalau setiap situasi itu selalu sama, selalu
bisa dikontrol. Alhasil bisa jadi hamil. Nah lo, kalo udah hamil masih mau
keras kepala?. Lo yang awalnya Cuma mikirin diri sendiri mau gamau harus
libatin orang tua lo, mau ga mau lo harus mikirin perasaan mereka. Belum lagi
sekarang lo harus mikirin anak dalam perut lo. Gue jamin pasti terlintas diotak
lo kenapa dulu lo ga dengerin kata mereka yang peduli sama lo, terbesit
keinginan untuk menggal kepala lo yang luar biasa keras itu.
Hebs, ga selamanya kita bisa keras kepala. Mungkin waktu
kecil lo terbiasa didengar, mungkin waktu kecil setiap keinginan lo dituruti,
lo terbiasa manja sehingga lama-lama lo tumbuh jadi manusia yang keras kepala. Tapi setelah dewasa, tanggung jawab lo makin
gede. Orang tua lo gamungkin lagi manjain lo, mereka gamungkin lagi nanggung
akibat keras kepala lo. Lo udah punya lingkungan sendiri. Lo ga mungkin bisa
hidup sendirian. Saran gue, selaraskan kehidupan lo dengan orang lain. Lunakan kepala
lo, belajar peka dan belajar menghargai orang lain. Dengarkan nasehat orang
lain, pikirkan dua kali untuk itu. Jika memang baik, kenapa lo gamau berkorban
demi orang-orang yang lo sayang, demi orang-orang yang peduli sama lo. Pikirkan
dua kali. Untuk segala yang hilang akibat keras kepala lo, terlanjur hamil atau
terlanjur putus, ga ada gunanya lo ratapi. Jadiin bahan belajar. Lo harus
melanjutkan hidup lo, tukar hidup lo dengan sesuatu yang baru, berpegangan
dengan sesuatu yang ga pernah lo punya, walaupun linking park bilang the hardest part of ending is starting
again.
Goodluck :)
Selasa, 10 September 2013
sekelumit rasa yang menjalar dalam hati
sebenarnya ada rasa tidak ingin pergi meninggalkan, tapi aku tau diri.
tau diri untuk tidak memaksakan orang lain masuk kedalam kehidupanku yang kacau.
berat memang ketika kita diminta untuk meninggalkan orang yang kita sayang.
tapi aku tak punya pilihan, karena dia sendiri yang meminta.
cepat atau lambat, aku akan pergi dan mungkin tidak akan pernah kembali.
saat itu tiba, aku hanya ingin dia tau bahwa aku sangat berterimakasih padanya.
terimakasih karena telah menjadi bagian dari hidupku beberapa bulan belakangan.
Sabtu, 24 Agustus 2013
Ketergantungan kok sama pacar?
Pacar itu bisa diibaratkan pasangan kita. Kadang suka dianalogikan seperti, jika kita gembok maka pasangannya adalah kunci, jika kita T-shirt maka pasangannya adalah celana jeans, jika kita softlense maka pasangannya adalah cairan cleaner-nya. kesemuanya berpasangan dan saling melengkapi. Untuk kasus pacaran, kita sering kali terjebak dalam paradigma "saling melengkapi". Apa-apa sama pacar, kekosan bareng pacar, nonton berdua pacar, makan juga sama pacar, segala hal sama pacar, cuma pas lagi pup doang yang masing-masing. Pada akhirnya timbul keadaan yang dinamakan "ketergantungan". Babibu ngadu ke pacar, nanana minta tolong pacar, segala macam intinya pacar, tanpa pacar kita ga bisa apa-apa ga bisa ngapa-ngapain. Bahasa melankolisnya sih "tanpa pasangan kita tidak sempurna". Yakin? Bukannya manusia itu ga ada yang sempurna ya?.
Menurut gue yang super sok tau, pasangan itu bukan pelengkap, melainkan solusi. Jika kita gembok, solusi pembuka gemboknya ya kunci toh? Tapi kuncinya bukan cuma satu, bisa bikin kunci cadangan. Jika kita T-shirt solusi biar matching celana jeans toh? Tapi ga harus celana jeans, pake hot pants, rok mini, atau celana chino juga bagus. Jika kita softlense, maka merek cairan cleaner-nya juga banyak banget toh?. Solusi itu banyak, ga cuma satu. kita boleh mengandalkan pacar, tapi bukan berarti bergantung dengan satu solusi. kayaknya pepatah juga berpikir soal ini ketika bikin kalimat "banyak jalan menuju Roma".
Menurut gue yang masih sok tau, bergantung sama pacar itu bukan strategi hidup yang baik. Ga selamanya pacar lo bisa diandalkan. Manusia itu ga ada yang sempurna, kecuali pacar lo Tuhan. Buat antisipasi perlu yang namanya kemandirian dan relasi. Disaat pacar lo ga bisa diandalkan, lo punya banyak orang lain yang peduli dan bisa bantu lo. minimal lo bisa menyelesaikan masalah lo sendiri.
Goodluck! :)
Senin, 22 Juli 2013
PDKT itu mau dekat apa mau tantangan?
Ada yang bilang, kalau mau gebetan suka, harus bikin dia
penasaran. Buat yang cewek harus jual mahal, seperti jangan hubungin dia
duluan, jangan ajak jalan duluan, pokoknya serba jangan duluan. Kalau di BBMin,
balesnya usahain lama, kalau perlu bikin dramatis jadi baru bales beberapa
bulan kemudian, dan usahakan balesnya pendek-pendek aja biar keliatan sibuk.
Yakin mau pake cara yang ini? emang ada buktinya kalau cara ini ampuh?.
Kalau yang lo lakuin hanya “mengundang rasa penasaran”,
mungkin dia akan terpancing. Sangat mungkin dia bakal inisiatif ngehubungin lo
duluan. MUNGKIN lo berhasil bikin dia jadi super baik sama lo, dia ngasih lo
ini itu, ngelakuin ini itu buat lo, karena doi ingin tau lebih banyak dan penasaran
sama lo. Bayangkan apa yang akan terjadi setelah doi ngedapetin lo. Dia mulai
tau banyak tentang lo, dapet perhatian dari lo. Kondisinya berubah, sekarang lo
udah ga mahal lagi dan ga bikin penasaran lagi. GAME OVER. Permainan selesai.
Doi pun bosen. Kalaupun doi tertarik lagi sama lo, ga butuh waktu lama bagi doi
untuk kembali bosan, yang lebih parah bisa jadi doi inisiatif buat nyari
tantangan baru, nyari orang lain yang lebih bikin doi penasaran. Hubungan lo
kelar. Makanya hubungan lo banyak dan singkat, karena lo berkencan dengan pria
yang tipenya selalu sama: pecandu tantangan. Lo menyajikan diri sebagai sebuah
tantangan yang perlu dia taklukan, bukan pasangan yang perlu di pertahankan.
Presepsi kebanyakan cowok yang lagi pdkt juga hampir sama. Cowok
sering banget ngebangun image yang sama sekali beda dengan dirinya Cuma supaya
cewek incerannya suka. Makanya lo bilang pdkt itu capek, karena lo ga jadi diri
lo sendiri. Lo dengan sengaja berubah jadi orang lain sambil berharap gebetan
lo bakal suka sama lo. Gebetan lo bisa jadi suka, tapi suka sama image yang lo
bangun. Begitu udah jadian, lo capek dan lo berubah jadi diri sendiri. Dia
merasa lo berubah, dia kehilangan alesan buat tetep suka sama lo. Misalnya
ketika pdkt, lo menciptakan kesan bahwa lo itu cowok bersih, rapih dan siaga.
Dia suka lo yang seperti itu. setelah jadian, lo mulai cuek. Maka dia bakal
mengira lo berubah. Menurut lo apa masih ada alasan buat doi tetap suka sama
lo?. Misalnya lagi pdkt lo dengan sengaja cari kesempatan berbuat sesuatu untuk
doi, lo sengaja beralasan kebetulan lewat kemudian mampir kerumah dia yang
jaraknya ratusan kilometer dari rumah lo. Atau lo dengan sengaja nunggu
berjam-jam supaya bisa anter doi balik kekosan. Lo ga tulus, lo ngelakuin itu
supaya bisa deket sama dia, supaya lo dapet perhatian dari dia. Buat cewek yang
masih lugu, cara ini bisa jadi mempan karena dia ga bisa baca modus lo
ngedeketin dia. Kemudian dia berpikir lo bakal ngelakuin itu selamanya. Setelah
jadian, GAME OVER, permainan selesai, lo pemenangnya. Lo mulai capek, lo
berubah jadi cuek. Dia bingung kenapa lo berubah. Pada akhirnya dia gatau harus
berbuat apa, karena setelah jadian keadaannya berubah, peran lo berubah, lo ga
seperti yang dulu. Kemudian lo merasa bosan nungguin dia inisiatif buat
ngebales apa yang pernah lo lakuin waktu pdkt. Posisinya sama-sama gaenak.
Makanya hubungan lo banyak dan singkat, karena lo selalu ulangi siklus yang
sama.
Menurut gue yang super sok tau. Pdkt itu tentang bagaimana
lo ngasihh tau ke gebetan kalau lo tulus peduli sama dia. Lo ga perlu modus,
dia bakal tau lo merhatiin dia. Seharusnya lo menarik bukan karena lo sulit di
dapet, tapi karena lo lovable dan lo tulus. Dia suka sama lo karena lo bisa
jadi partner yang lovable buat dia. Jadilah diri sendiri, dia juga bakal setia
sama lo. Karena yang dia suka itu diri lo apa adanya, bukan topeng lo yang ga
akan pernah bisa abadi itu. goodluck! :)
kadar masing-masing gebetan, pacar dan istri
Yang namanya masalah percintaan mah emang ga pernah
kehabisan bahan buat diceritain. Mulai dari masalah pdkt, pacaran hingga udah
nikah. Kali ini gue tertarik ngebahas salah satu masalah pdkt dan pacaran yang
hampir mirip.
Anto : awalnya dia welcome banget sama gue, kita udah sering
bbman. Bahkan dia yang suka mulai cerita duluan. Tapi kenapa sekarang dia
tiba-tiba menjauh?
Bella : mungkin ada suatu pertimbangan baru yang bikin dia
mikir dua kali buat lanjut sama lo.
Anto : padahal gue udah bela-belain dia banget sampe gue
nunggu depan pintu gerbang rumahnya yang jaraknya 15km dari rumah gue Cuma buat
nganterin kado.
Lo wajib memperlakukan spesial orang yang lo anggap spesial
dalam hidup lo, karena hanya dengan cara itu dia tau bahwa dia itu spesial buat
lo. Tapi hati-hati, ga semua cewek luluh sama perjuangan lo. Siapa tau doi udah
sering diperlakukan sama oleh cowok lain yang statusnya lebih tinggi dari pada
lo. Jatohnya lo dianggep freak. Ga akan dianggep spesial lagi kalau doi udah
sering diperlakukan sama oleh pacarnya dulu. Statusnya mereka pacaran loh,
masih wajar. Tapi kalau status lo masih pdkt tapi lo-nya udah memperlakukan dia
seperti pacar, sangat mungkin lo dianggap terlalu agresif. Saran gue sih kalau status lo masih
pdkt ya perlakukan gebetan lo sesuai dengan kadar pdkt, jangan berlebihan.
Anton : gue udah bela-belain nunggu 3 jam depan rumah
gebetan gue buat nanya alesan kenapa dia jahuin gue tapi dia tetep gamau ketemu
sama gue.
Bella : yaudah lo tinggalin aja. Lo beruntung terlahir jadi
cowok di jaman sekarang. Perbandingan cowok-cewek itu 4-1
Kalau lo menghargai diri lo sendiri harusnya lo gamau
diperlakukan semena-mena. Lo udah dateng baik-baik dengan tujuan ingin
menyelesaikan secara baik-baik apa yang udah kalian mulai dengan baik-baik,
tapi tanggepan dianya ga baik. Kira-kira apa alesan lo buat tetep baik sama
dia?. Gausah memperlakukan gebetan lo secara berlebihan.
Citra : makasih yaa kamu kasih aku bunga tiap pagi
Dono : anytime sayang
Citra : makasih yaa kamu selalu bawain makanan kesukaan aku
tiap hari
Dono : dengan senang hati sayang.
Citra : kamu kemana aja sih? Kok sekarang ga pernah ngasih
aku bunga lagi?
Dono : aku bosan. Aku capek. Kita putus.
Awalnya boleh indah banget, tapi tetep aja ga ada jaminan
keindahan yang lo banggakan itu bakal bertahan lama. Walaupun lo udah sesayang
sayangnya sama doi sampe bela-belain puasa sebulan cuma untuk beliin doi kado,
tetep aja ga ada jaminan dia yang bakal selalu ada di sisi lo selamanya.
Hati-hati! status kalian masih pacar loh, kalian bisa aja putus kapan pun.
Kalau statusnya masih pacaran ya perlakukan dia seperti pacar, jangan seperti
istri. Logikanya gini, satu-satunya wanita yang pantes buat lo bela
mati-matian, lo manjain abis-abisan dan lo sayang parah itu adalah istri lo.
Kalau hal tertinggi yang lo punya itu A+, yaa lo harus kasih A+ buat istri lo.
Tapi kalau baru pacar doang udah lo kasih A+, kira-kira apa lagi yang bakal lo
kasih ke istri lo ntar? Udah semuanya abis lo kasih ke pacar. Salah. Gilirannya
lo udah bosen, lo udah kehabisan amunisi cadangan buat bangkitin perasaan lo
kayak dulu lagi karena semuanya sampe ke A+ tadi udah lo kasih ke pacar.
Sementara pacar lo sendiri terlena karena terus-terusan lo manjain, doi jadi ga
kreatif. Lah iya dia dapet A+ dari lo aja udah seneng banget, apalagi mikirin
gimana caranya dapat nilai yang lebih gede dari A+, ga bakal sempet. udah
paling bener itu memperlakukan pasangan lo sesuai dengan kadar berdasarkan
status masing-masing. biar pacar lo belajar mandiri. Jadi ketika lo ga mampu
lagi ngasih A+ ke doi, dia mampu membuat nilai A+ sendiri. Goodluck! :D
Sabtu, 13 Juli 2013
hey you, yeah you, I love you!
setiap kali aku lihat figura yang terpajang rapih di dapur.
melihat baju hangat hitam yang terlipat di dalam laci lemari.
atau melihat buku dahlan iskan yang kamu baca.
tidak terpikirkan olehku untuk membuang benda-benda itu seperti halnya lampionku.
tidak akan aku gunakan alasan yang sama untuk membuang benda yang tidak aku suka.
don't you worry, aku tidak perduli dengan benda-benda itu.
you know, I always believe in you.
kamu tau apa obatku kini?
captured bbm antara kamu dan gadis itu.
aku baca berkali-kali tiap aku merindukanmu.
sungguh lega dan membahagiakan bisa membaca tulisan itu.
"gue sayang banget sama dia karena cuma dia yang ngerti gue".
you know, I always believe in you.
sifat jelekku memang, selalu membandingkan masa lalumu dan masaku bersamamu.
kamu tau aku iri.
kamu tau aku minder.
dan kamu tau aku takut.
karena itu kamu selalu menyembunyikan masa lalu itu.
tapi lagi dan lagi aku mencari tau sendiri.
aku tau kamu muak.
aku tau kamu cemas.
tapi kamu tidak tau bahwa aku tetap percaya sama kamu.
you know, I always believe in you
aku sudah tidak lagi merasa tidak spesial.
aku sadar, aku berarti bagimu.
aku paham, kamu tidak ingin kehilanganku.
dan aku tau, kamu menyayangiku.
tapi bukan itu pertanyaan yang menghujam kepalaku.
melainkan 'sampai kapan!'
sampai kapan aku berarti bagimu?
sampai kapan kamu tidak ingin kehilanganku?
sampai kapan kamu menyayangiku?
you know, I always believe in you.
hey you!
orang yang selalu aku percaya.
yeah you!
I love you.
melihat baju hangat hitam yang terlipat di dalam laci lemari.
atau melihat buku dahlan iskan yang kamu baca.
tidak terpikirkan olehku untuk membuang benda-benda itu seperti halnya lampionku.
tidak akan aku gunakan alasan yang sama untuk membuang benda yang tidak aku suka.
don't you worry, aku tidak perduli dengan benda-benda itu.
you know, I always believe in you.
kamu tau apa obatku kini?
captured bbm antara kamu dan gadis itu.
aku baca berkali-kali tiap aku merindukanmu.
sungguh lega dan membahagiakan bisa membaca tulisan itu.
"gue sayang banget sama dia karena cuma dia yang ngerti gue".
you know, I always believe in you.
sifat jelekku memang, selalu membandingkan masa lalumu dan masaku bersamamu.
kamu tau aku iri.
kamu tau aku minder.
dan kamu tau aku takut.
karena itu kamu selalu menyembunyikan masa lalu itu.
tapi lagi dan lagi aku mencari tau sendiri.
aku tau kamu muak.
aku tau kamu cemas.
tapi kamu tidak tau bahwa aku tetap percaya sama kamu.
you know, I always believe in you
aku sudah tidak lagi merasa tidak spesial.
aku sadar, aku berarti bagimu.
aku paham, kamu tidak ingin kehilanganku.
dan aku tau, kamu menyayangiku.
tapi bukan itu pertanyaan yang menghujam kepalaku.
melainkan 'sampai kapan!'
sampai kapan aku berarti bagimu?
sampai kapan kamu tidak ingin kehilanganku?
sampai kapan kamu menyayangiku?
you know, I always believe in you.
hey you!
orang yang selalu aku percaya.
yeah you!
I love you.
Minggu, 21 April 2013
Hak lo, hak mantan, hak selingkuhan SAMA RATA!
Tuhan itu adil.
Yang ga adil itu manusia.
sebagai manusia,
sekeras apapun lo berusaha untuk adil ga bakal ada yang namanya bener-bener
adil, kecuali sesuatu yang masuk logika dan real. Paling susah itu adil dalam
bidang presepsi dan hati. Setiap orang punya hak yang sama dalam urusan hati.
Setiap orang punya hak yang sama masuk dalam kehidupan seseorang. Perkara mau
kapan lo gunain hak lo, ya itu pilihan. Terserah,lo mau masuk ke kehidupan
seseorang yang baru 4 hari putus sama mantannya, silahkan. Lo lebih memilih
menetralkan hati dan lingkungan dulu,
silahkan. Atau lo rela masuk kedalam kehidupan orang berpacar dan jadi
orang ketiga dalam kehidupan mereka, silahkan. Lo punya hak yang sama dengan
orang lain. Sebagai pacar baru, lo punya hak dan kesempatan yang sama dengan si
mantannya pacar lo untuk membahagikan si dia, terlepas dari perkara alasan
kenapa pacar lo putus dengan mantannya. Walaupun status lo sebagai
selingkuhan tapi lo tetep punya hak yang sama dengan si pacar resmi untuk ambil
andil menjadi bagian dalam kehidupan si dia.
Lo punya hak dan
lo mau gunain hak lo itu sekarang?. BEBAS!. tapi sebelumnya lo harus pikirin dulu keadaannya
udah mendukung penggunaan hak tadi apa belum. Antara hak dan lingkungan
terkadang ga sejalan. Lo punya hak, tapi kadang lingkungannya ga mendukung.
Bukan masalah adanya larangan, ga ada yang berhak melarang lo menggunakan hak
yang sepenuhnya milik lo. Tapi yang namanya manusia suka khilaf. Karna sifat dasarnya manusia yang
susah adil tadi, sering orang-orang di lingkungan yang bakal lo masukin
sekarang entah itu mantan, temen-temen mantan lo, temen-temen pacar lo,
keluarga pacar lo, atau keluarga lo sendiri lupa kalo lo punya hak. Mereka
ngelarang lo jadi selingkuhan, ngelarang lo pacaran lagi setelah putus sama
mantan lo yang terakhir, ngelarang lo punya pacar baru selama masa idha, atau
ngelarang lo umbar-umbar indahnya kehidupan lo dengan pacar baru lo. Niatnya
sih mungkin baik. Mereka gamau lo terjerumus ke lobang yang sama karena menurut
mereka lo berjalan terlalu terburu-buru. Berterimakasihlah pada mereka, karena
tandanya mereka peduli sama lo. Tapi tetep aja lo punya hak, yang boleh ngambil
keputusan kapan hak lo tadi digunain itu ya lo sendiri.
Saat munculnya
larangan dari orang-orang di sekitar lo buat show on hubungan baru lo dengan
dalih untuk menghargai perasaan mantan lo yang masih sayang sama lo, lo harus
bijak melihat posisi dan hak pacar baru lo. Balikin posisinya kalo lo yg jadi
dia. Pasti sulit menerima keadaan dimana lo sebagai pacar baru diperlakukan ga
adil. Mereka nge-bro parah sama perasaan si mantannya pacar lo ketimbang
perasaan lo. Bisa jadi dalam otak lo muncul pertanyaan kenapa mereka lebih menghargai hak si mantannya
pacar lo ketimbang hak lo, padahal hak kalian sama rata. Wajar. Itu karena
manusia sulit adil dalam hal presepsi. Ya lo maklumin aja, seiring dengan
berjalannya waktu presepsi mereka bakalan berubah dengan sendirinya. Kalo lo
udah tau posisi pacar baru lo tadi, saatnya lo kasih pengertian ke pacar baru
lo bahwa manusia itu makhluk dinamis. Makhluk labil. Cepet berpresepsi, suka
beropini, dan gampang berubah. Hahahaaa
Goodluck! :)
Langganan:
Postingan (Atom)
